Jumat, 29 November 2013

Bahaya Merokok Untuk Tubuh Kita

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Tubuh - Bahaya terhadap rokok sudah umum diketahui oleh manusia dimanapun, bahkan di bungkus rokok pun tertulis tentang bahaya merokok yaitu bisa menyebabkan kanker dan keguguran kehamilan, kalau di negara tetangga bukan hanya tulisan bahaya merokok saja yang terpampang tetapi juga gambar penderita kanker pun digambar dibungkus rokok.

Walau demikian hebatnya promosi bahaya merokok terhadap kesehatan tetap saja merokok adalah hal nikmat bagi sebahagian orang. Mereka tidak perlu tahu apa bahaya yang akan diaibatkannya, apakah berbahaya bagi dirinya atau berbahaya bagi orang lain sisekitarnya. Sekarang saya ingin juga bersuara walau melalui media kecil ini tentang bahaya merokok, merokok itu bukan hanya merugikan kesehatan fisik kita tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental bah kesehatan otak kita. Ayoo berhenti merokok :)
Menurut sebuah penelitian di king's college London bahwa merokok itu ternyata bisa berbahaya terhadap kesehatan otak, dimana merokok dapat melemahkan dan menghancurkan memory seseorang sehingga boisa berakibat fatal terhadap akal sehat. Coba,,,bagaimana cara kita menjaga nikmat Allah ini? Apakah dengan menghancurkannya atau menghilangkan akal sehat. Jangan sampe dech

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Tubuh

Untuk lebih jelas lagi, mari kita lihat apa saja bahaya merokok bagi kesehatan tubuh. Zat kimia yang berbahaya dalam rokok lebih dari 4rb elemen, dan yang sudah positif dinyatakan berbahaya untuk kesehatan sekitar 200 elemen, kandungan berbahaya yang sangat popular dan pastinya sudah diketahui ialah adanya ZAT kimia seperti, Karbon Monoksida, Nikotin, Tar dan Timah Hitam atau nama kimianya PB.

Sebelum kita melihat bahaya merokok bagi kesehatan secara real, mari kita terlebih dahulu makna dari zt kimea tersebut satu persatu.
  • Karbon Monoksida adalah: INi adalah bahan kimia yang dihasilkan dari asap rokok.
  • Nikotin adalah: Zat kimia yang bisa menenangkan seseorang, zat nikotin ini bisa membahayakan dan bisa juga menggemukkan, dan ini adalah zat kimia yang memici kepada menyempitnya pembuluh darah.
  • Tar adalah: Zat kimia aditif yang menempel pada paru-paru, karena sifat dari TAR adalah lengket
  • PB adalah timah hitam yang terdapat dalam rokok, biasanya dalam satu buntung rokok terdapat 0,5ug PB.
Lantas, apa bahaya Merokok bagi kesehatan secara detail, mari kita lihat
  1. Berbahaya terhadap paru-paru. Rokok sangat berbahaya bagi paru-paru baik itu perokok aktif maupun perokok pasif. Dengan merokok seseorang suatu saat akan mengalami sesak nafas atau susah bernafas. Ini memang terkadang seseorang terkadang tidak menyadarinya langsung, Setelah sampai pada stadium parah baru diketahui, dan perlu di ingat bahwa penyakit paru-paru kalau sudah parah tidak ada obat yang bisa menyembuhkan kecuali hanya kuasa Ilahi.
  2. Merokok berbahaya bagi tulang. Tidak hanya itu, tetapi rokok juga berbahaya bagi kesehatan tulang, banyak wanita perokok tidak menyadari hal ini, mereka baru menyadarinya setelah mengalami osteoporosis atau rapuh tulang.
  3. Merokok bisa menyebabkan stroke dan penyakit jantung. Kandungan zat kimia karbon monoksida dalam sebuntung rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, zat inilah yang menyebabkan seseorang mengalami jantung dan stroke karena terjadi penyempitan pembuluh arteri.
  4. Merokok menyebabkan penyakit gigi dan bau mulut. Dengan morokok lama kelamaan gigi menjadi kuning, kemudian berubah menjadi hitam (coba lihat kebanyakan gigi orang kampung), dan bau mulutpun bisa menyengat. INi mungkin masih ringan, tetapi perlu diketahui bahwa dengan merokok juga bisa menyebabkan kanker bibir, kanker lidah, dan tenggerokan.
  5. Merokok berbahaya bagi kesehatan kulit. Banyak menghisap rokok bisa menyebabkan kurangnya oksigen dalam kulit, sehingga kulitpun cepat berkeriput dan kerut.
  6. Merokok menyebabkan kanker. Dengan sering merookok anda tidak bebas dari penyakit berbahaya, anda selalu di intai oleh penyakit kanker karena kandungan berbagai zat kimia dalam rokok tadi, diantara kanker yang terjadi akibat merokok adalah: kanker lidah, kanker paru-paru, Kanker lambung dan yang terakhir adalah kanker nasofaring.
Bagaiamana? banyak kan bahaya merokok bagi kesehatan, masih mau merokok? Luar biasa penyakit yang diakibatkan oleh merokok, jadi bagi anda-anda yang masih kecanduan dengan rokok sebaiknya segera tinggalkan kebiasaan jorok ini. Let's go green, hiduplah dengan lebih sehat untuk manfaat yang lebih banyak dann baik bagi sesama.

Sumber : gkboy.blogspot.com/2013/06/bahaya-merokok-bagi-kesehatan-tubuh.html

Kamis, 28 November 2013

Definisi Surveilans

A. DEFINISI SURVEILANS

1. Menurut WHO : Suatu proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data kesehatan secara sistematis, terus menerus dan penyebarluasan informasi kepada pihak terkait untuk melakukan tindakan.
2. Menurut CDC (Center of Disease Control) : pengumpulan, analisis dan interpretasi data kesehatan secara sistematis dan terus menerus, yang diperlukan untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi upaya kesehatan masyarakat, dipadukan dengan diseminasi data secara tepat waktu kepada pihak-pihak yang perlu mengetahuinya

B. TUJUAN

1. Memprediksi dan mendeteksi dini epidemi (outbreak)
2. Memonitor, mengevaluasi, dan memperbaiki program pencegahan dan pengendalian penyakit,
3. Memasok informasi utk penentuan prioritas, pengambilan kebijakan, perencanaan, implementasi dan alokasi sumber daya kesehatan.
4. Monitoring kecenderungan (Tren) penyakit endemis dan mengestimasi dampak penyakit di masa mendatang.
5. Mengidentifikasi kebutuhan riset dan investigasi lebih lanjut.

C. RUANG LINGKUP

1. Epidemic
2. Penyakit infeksi (Penyakit Menular)
3. Penyakit Tidak Menular
4. Health Services Problem.
5. Population Problem.
6. Environment Problem

D. KOMPONEN SURVEILANS

Pengumpulan data / informasi
Pengolahan data
Analisis dan interpretasi data
Hasil analisis dapat digunakan untuk:
– Perenmcanaan
– Monitoring dan
– Evaluasi
Penyebar-luasan data yang ditujuan ke:
– Tingkat administrasi yang lebih tinggi
– Ke instansi pelapor
– Disebar luaskan ke masyarakat pemakai

E. MANFAAT & KEGUNAAN

1. Mempelajari pola kejadian penyakit dan penyakit potensial pada populasi sehingga dapat efektif dalam investigasi, controling dan pencegahan penyakit di populasi.
2. Mempelajari riwayat alamiah penyakit, spektrum klinik dan epidemiologi penyakit (siapa, kapan dan dimana terjadinya, serta keterpaparan faktor resiko)
3. Menyediakan basis data yang dapat digunakan untuk memperkirakan tindakan pencegahan dan kontrol dalam pengembangan dan pelaksanaan.

F. KEGIATAN RUTIN UNIT SURVEILANS

1. Pengumpulan data
• Pengolahan dan penyajian
• Analisis dan interpretasi
• Penyebarluasan informasi dan rekomendasi
Tujuan Pengumpulan data:
1. Menentukan kelompok /golongan populasi at risk (umur, sex, bangsa, pekerjaan, dll)
2. Menentukan jenis agen dan karakteristiknya
3. Menentukan reservoir infeksi
4. Memastikan penyebab transmisi
5. Mencatat kejadian penyakit

G. SUMBER DATA

• Laporan penyakit
• Pencatatan kematian
• Laporan wabah
• Pemeriksaan laboratorium
• Penyelidikan peristiwa penyakit
• Penyelidikan wabah
• Survei/Studi Epidemiologi
• Penyelidikan distribusi vektor dan reservoir
• Penggunaan obat, serum, vaksin
• Laporan kependudukan dan lingkungan
• Laporan status gizi dan kondisi pangan

H. JENIS DATA

1. Data Mortalitas (kematian)
2. Data Morbiditas (Kesakitan)
3. Data epidemik
4. Laporan penggunaan laboratorium (hasil test lab.)
5. Laporan investigasi kasus secara individual
6. Laporan investigasi epidemik (penyelidikan wabah)
7. Survei khusus (register penyakit, survei serologis)
8. Informasi binatang sebagai reservoir dan vektor.
9. Data demografik
10. Data lingkungan.

I. JENIS SURVEILANS

a) Surveilans aktif
• Pengamatan kasus dilakukan secara langsung ke lapangan.
• Hasil yang diperoleh lengkap dan jauh lebih baik
• Dibutuhkannya dana dan tenaga khusus.
b) Surveilans pasif
• Pengamatan kasus dilakukan secara tidak langsung, yaitu melalui laporan.
• Hasil yang diperoleh kurang lengkap.

J. ALASAN DILAKSANAKAN SURVEILANS

Surveilans beralasan untuk dilakukan jika dilatari kondisi :
1. Beban penyakit (burden of disease) tinggi, sehingga merupakan masalah penting kesehatan masyarakat.
2. Terdapat tindakan kesehatan masyarakat yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
3. Data relevan mudah diperoleh
4. Hasil yang diperoleh sepadan dengan upaya yang dilakukan (pertimbangan efisien).

sumber : Manual Pemberantasan Penyakit Menular Edisi 17